Sabtu, 17 Januari 2015

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR – 4

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

1.        ILMU PENGETAHUAN
Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Ilmu pengetahuan memberikan setiap manusia ilmu-ilmu dasar untuk melakukan sesuatu. Ilmu pengetahuan bisa dicari dimana saja, tidak hanya dari buku pelajaran saja. Tetapi ilmu pengetahuan juga bisa diambil dari berbagai sumber seperti koran, majalah, televisi, radio, komik sains, ataupun pengalaman seseorang bahkan dari kitab suci.

Untuk mencapai suatu pengetahuan yang objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah. Mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri, sehingga benar-benar objektif. Sikap objektif itu meliputi empat hal :
a.       Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pegetahuan yang objektif.
b.      Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
c.       Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
d.      Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian.

2.       TEKNOLOGI
Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Menurut Jacques Ellul istilah teknik tidak hanya untuk mesin. Tekologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas masnusia.
Batasan ini bukan bentuk teoritis, melainkan perolehan dari aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlegkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.
       ciri-ciri fenomena teknik pada masyarakat, sebagai berikut :
a.     Rasionalitas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
b.    Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c.    Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis.
d.   Teknis berkembang pada suatu kebudayaan.
e.    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
f.     Unversalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi.
g.    Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

Ilmu Pengetahuan Tek nologi Dan Nilai
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah peneraan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi menusiawinya. Masalah nilai kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyangkut perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmu dan teknologi.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga omponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusun yaitu:
Ø  Ontologis         : Diartikan hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan
Ø  Epistemologis  : Seperti diuraikan di diuraikan diatas hanyalah merupakan
                         cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan
                         disusun menjadi tubuh pengetahuan.
Ø  Aksiologis        : Asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi
                          dari ilmu pengetahuan.

Ketiga komponen ontologis, epistemologis, dan aksiologis tersebut erat kaitannya dengan nilai atau nilai moral.

3.       KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Pemahaman utama kemiskinan, yaitu:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Ciri-ciri Kemiskinan, yaitu :
1.      Mereka yang tidak mempunyai faktor produksi sendiri (seperti tanah, modal dan keterampilan)
2.      Tidak memiliki kemungkinan untuk memiliki asset produksi dengan kekuatan sendiri.
3.      Rata-rata pendidikan mereka rendah.
4.      Sebagian besar tinggal di pedesaan.

Fungsi Kemiskinan, yaitu :
1.      Memberi banyak ketersediaan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, berbahaya, dan pembayaran yang murah.
2.      Mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kalangan atas.
3.      Memperteguh status sosial orang-orang kaya.

SUMBER :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab8ilmu_pengetahuan_teknologi_dan_kemiskinan.pdf
Netltjie, Harwantiyoko.(1996).MKDU Ilmu Sosial Dasar. Depok : Gunadarma
https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/23/kemiskinan-503645.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar