Jumat, 28 November 2014

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 1


Nama      : Fazri Rahmadhan
Semester : 1

PERMASALAHAN DI MASYARAKAT

Permasalahan Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya, Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi yang sangat tidak diharapkan. Secara umum, faktor penyebab itu meliputi faktor struktural, yaitu pola-pola hubungan antar-individu dalam kehidupan komunitas dan faktor kultural, yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan/atau berkembang dalam kehidupan komunitas.Permasalahan yang muncul saat ini sudah cukup banyak.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat

KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

·         Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
·         Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
·         Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
·         Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.

PENDIDIKAN
Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia berdasarkan tabel liga global. Kemiskinan juga berdampak besar terhadap pendidikan Negara Indonesia, dimana banyak anak-anak disamping harus bersekolah mereka juga harus membantu orang tua mencari uang untuk kehidupan sehari-hari. Namun tidak sedikitpun anak-anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Walaupun pemerintah telah membuat kebijakan dana BOS, tetapi dana ini tidak jelas mengalir kemana sehingga masih banyak anak-anak yang tidak dapat bersekolah.

KEJAHATAN
Di Indonesia sudah sangat sering terjadi kejahatan, terutama di kota-kota besar yang padat penduduk. Perampokan, pembunuhan, pencurian yang sering terjadi di banyak ibu kota. Berbagai cara dilakukan oleh para kriminal. Kebanyakan motif dari kriminalitas ini tidak lain adalah karena tuntutan ekonomi yang pas-pasan dan kebutuhan individu yang harus mencukupi. Kejahatan itu terjadi tidak lepas dari kemiskinan sehingga mau tidak mau sebagian orang melakukan cara yang tidak halal untuk mencari rejeki.

PENGANGGURAN
Jumlah Masyarakat yang banyak dan terbatasnya lapangan pekerjaan mengakibatkan banyak pengangguran dimana-mana. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali pengangguran,ditambah banyak orang yang merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib tanpa mempunyai skill individu, bukan hanya orang yang tidak memiliki skill individu, sarjana pun sekarang sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena terbatasnya lapangan pekerjaan untuk mereka. Di Indonesia banyak yang mendapatkan pekerjaan hanya karena saling kenal, bukan mendapatkan pekerjaan berdasarkan kemampuan atau biasa disebut Nepotisme.

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Nepotisme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar