Nama : Fazri Rahmadhan
Semester : 1
Semester : 1
PERMASALAHAN
DI MASYARAKAT
Permasalahan Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan
antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya, Masalah sosial dipandang oleh sejumlah
orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi yang
sangat tidak diharapkan. Secara umum, faktor penyebab
itu meliputi faktor struktural, yaitu pola-pola hubungan antar-individu dalam
kehidupan komunitas dan faktor kultural, yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan/atau
berkembang dalam kehidupan komunitas.Permasalahan yang muncul saat ini sudah
cukup banyak.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang
mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat
menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.
Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki
kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial,
musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. sosial dapat dikategorikan menjadi
4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi :
Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya :
Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis :
Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis
: penyakit syaraf, aliran sesat
KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidak mampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat
pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari
segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah
yang telah mapan, dll.
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
· Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
·
Penyebab keluarga, yang menghubungkan
kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa
jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan
keluarga.
·
Penyebab sub-budaya (subcultural),
yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau
dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda
dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
·
Penyebab agensi, yang melihat
kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah,
dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang
dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
PENDIDIKAN
Sistem pendidikan Indonesia menempati
peringkat terendah di dunia berdasarkan tabel liga global. Kemiskinan juga
berdampak besar terhadap pendidikan Negara Indonesia, dimana banyak anak-anak
disamping harus bersekolah mereka juga harus membantu orang tua mencari uang
untuk kehidupan sehari-hari. Namun tidak sedikitpun anak-anak yang tidak dapat
mengenyam pendidikan. Walaupun pemerintah telah membuat kebijakan dana BOS,
tetapi dana ini tidak jelas mengalir kemana sehingga masih banyak anak-anak
yang tidak dapat bersekolah.
KEJAHATAN
Di Indonesia sudah sangat sering terjadi
kejahatan, terutama di kota-kota besar yang padat penduduk. Perampokan,
pembunuhan, pencurian yang sering terjadi di banyak ibu kota. Berbagai cara
dilakukan oleh para kriminal. Kebanyakan motif dari kriminalitas ini tidak lain
adalah karena tuntutan ekonomi yang pas-pasan dan kebutuhan individu yang harus
mencukupi. Kejahatan itu terjadi tidak lepas dari kemiskinan sehingga mau tidak
mau sebagian orang melakukan cara yang tidak halal untuk mencari rejeki.
PENGANGGURAN
Jumlah Masyarakat yang banyak dan
terbatasnya lapangan pekerjaan mengakibatkan banyak pengangguran dimana-mana.
Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali pengangguran,ditambah banyak orang
yang merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib tanpa mempunyai skill individu,
bukan hanya orang yang tidak memiliki skill individu, sarjana pun sekarang
sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena terbatasnya lapangan pekerjaan untuk
mereka. Di Indonesia banyak yang mendapatkan pekerjaan hanya karena saling
kenal, bukan mendapatkan pekerjaan berdasarkan kemampuan atau biasa disebut
Nepotisme.
SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Nepotisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar